Senin, 03 Agustus 2015

Jika Hanya Rindu yang Kau Hujani

Pagi ini cuaca cerah dengan dingin yang menusuk tulang
sama seperti rindu yang aku simpan rasanya ikut membeku pagi ini
rindu dengan "kita" dengan jarak dan waktu
tentang jarak dan waktu yang membuat raga "kita" tak bisa bersama,
tentang jarak dan waktu yang membuat wajah kita tak bisa saling bertatap
tentang jarak dan waktu yang membuat tawa kita terbaur secara langsung
tentang jarak dan waktu yang membuat semua gelisah dan duka kita tak bisa terlihat
tentang jarak dan waktu yang membuat aku selalu dihujani rindu
rindu yang memenjarakan aku dengan banyak pertanyaan dalam otakku
bagaimana harimu, keadaanmu, ceritamu yang tak pernah ku dengar
apakah hanya aku disini yang menanti kabar darimu
apakah hanya aku disini yang terkadang mengkhawatirkan kamu
apakah hanya aku disini yang sampai ingin menangis menahan rindu
apakah hanya aku disini yang bahagia saat mendapat kabar darimu
apakah hanya aku disini yang antusias mendengar semua keluh kesah selama ada jarak
apakah hanya aku disini yang merasa berarti dengan kabar yang kamu beri
aku berdiri gontai disini menikmati angin yang berhembus, berharap aku membuka mata ada kamu disini di depanku


Senin, 18 Mei 2015

Throwback to Flashback

Akan ada masa lalu untuk masa ini dan di masa depan
Tentang masamu dan masaku
Masa dimana dulu kita berpijak di tempat yang berbeda
Kamu berlari dengan kisahmu, Aku berlari dengan kisahku
tak mengukur seberapa cepat, seberapa jauh, seberapa lelah

Dimasa ini...
Tentang aku dan kamu, masa kita
kita berlari dimasa yang sama, tetap saja berdiri diruang yang berbeda, ditempat yang berbeda
aku rindu kita dalam ruang yang sama.
rindu melihat wajahmu
rindu mendengar suaramu, detak jantungmu
rindu mencium hangat tubuhmu
rindu memeluk nadimu
duduk termenung, menghabiskan waktu hanya untuk saling menatap
seolah kita saling bericara melalui hembusan angin disekeliling kita
bersandar dalam bahumu, menitihkan setetes rindu yang tak terucap
membayangkan tentang apa yang terjadi untuk kedepan

dimasa depan...
kita tak punya janji..
janji untuk selalu menemani
janji untuk selalu ada
janji untuk selalu menghadirkan tawa
janji untuk selalu bersatu
janji.... janji... janji yang akhirnya membunuh karakter
mungkin hanya impian, angan, harapan, dan usaha
ketika aku menantikan masa itu datang
bersamamu..
menghabiskan waktu..
menikmati nafas..
menyisahkan cerita..

Jumat, 01 Mei 2015

Tanya Tuhan

Tuhan ?
Apa bisa rasa sesaat yang Kamu berikan diubah menjadi selamanya ?
Rasa sesaat yang entah kenapa membuat ruang kosong ini bergetar terisi ..
Bukan kah tidak butuh alasan untuk menyukai sesuatu hal ?
Bukan kah kita bahagia dengan cara kita masing-masing ?
Tuhan ?
Jika rasa itu tertuang dalam setiap bait doa nistaku untuk-Mu, sudikah kamu mendengar, menerima, memilah, dan menjabahnya ?
Bukan kah lebih baik jika aku selalu berdoa menyebutnya dalam nama-Mu dan begitu pula sebaliknya?
Bukan kah lebih indah jika kita mengasihi rasa atas-Mu ? Atas nama-Mu ?
Tuhan ?
Apakah rasa memiliki itu indah ?
Apakah rasa menyayangi sesama itu indah ?
Rasanya aku terlalu buta menilai setiap moment yang bisa jadi Kau anggap sebagai tolak ukurku ..
Tuhan ?
Apakah ketika dipisahkan karena raga sudah tak mampu menerima rasa itu tetap abadi ?
Apakah ketika selalu waktu berjalan maka memudarkah rasa itu  ?
Apakah ketika ruang menjadi tembok penghalang rasa,  semua menjadi berpaling ????